Diklat diikuti 30 peserta yang merupakan utusan dari masing masing-masing kecamatan. Kecamatan Denpasar Timur, Denpasar Selatan, dan Denpasar Barat masin-masing menyatakan 7 orang peserta. Sedangkan Denpasar Utara 9 peserta. Diklat berlangsung sejak tanggal 12 hingga 16 Maret meliputi teori dan praktik lapangan, “Teori sudah di berikan di BPP Kecamatan Koata Denpasar Utara. Pada Sabtu (14/3) peserta diberikan kesempatan mempraktikkan teori yang telah diberikan,” ungkap ketua Panitia Diklat, yang juga Kabid Sumber Daya Pertanian (SDP) Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar, I Wayan Cita, SP. Di dampingi instruksi praktik pemupukan dan pengendalian hama, Wayan Swastika, SP, M,SI. Saat praktik lapangan, Sabtu (14/3) di Subak Lungatad, Peguyangan Kangin, kemarin.
Cita mengaku senang melihat antusiasme peserta mengikuti Diklat sejak di buka hingga praktik lapangan. “Pelatihan kita meksudkan untuk meningkatkan kompetisi petani dalam menerapkan teknologi padi,” ucap Cita.
Para peserta pun mengaku senang dapat mengikuti Diklat seperti ini, karena dapat mengetahui secara teori yang sangat jarang di dapat oleh para petani. Apalagi ada tambahan praktik langsung di lapangan , “ini akan memudahkan para petani menyerap teori yang di berikan,” ucap salah seorang peserta
Bahkan, Cita merasa optimis harapan untuk mencapai Swasembada pangan akan dapat terwujud, manakala para petani tetap menunjukan antusiasmenya terhadap pertanian. Walaupun lahan pertanian (sawah) di Kota Denpasar terus berkurang, akibat deskan arus urbanisasi yang memerlukan lahan permukiman/ perumahan.
Saat ini, lanjut Cita, lahan pertanian khususnya sawah (produktif) di Kota Denpasar sekitar 2,509 Hektare, yang tersebar di 42 subak se-Kota denpasar. Rinciannya, di Densel 10 Subak dengan luas lahan 800 Hektare lebih, Denut 10 Subak dengan luas lahan 800 hektare lebih, Denbar 8 Subak dengan lahan sekitar 256 Hektare, dan Dentim memiliki 14 Subak dengan luas lahan 704 Hektare. “Jika potensi ini di kelola dengan baik ditambah lagi dengan antusiasme petaninya, saya yakin swasembada pangan dapat di capai,” imbuh Cita.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar, Ir. Igde Ambara Putra, saat membuka diklat menegaskan, sektor pertanian saat ini masih menjadi sektor andalan, baik sebagai penyedia bahan pangan, penyedia bahan pangan, penyedia lapangan kerja sekaligus menjadi sumber pendapatan masyarakat.
Ambara juga mengingatkan, sektor pertanian saat ini di tuntut untuk dapat mewujudkan swasembada pangan terutama padi, jagung, kedelai, pada tahun 2017. Karenanya Ambara berharap, melalui Diklat teknis budidaya padi ini dapat memberikan informasi teknologi terbaru yang dapat di terapkan untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi. “Saya harapkan peserta mengikuti Diklat dengan serius untuk meningkatkan kwalitas sumber daya manusia, sehingga secara keseluruhan swasembada pangan dapat tercapai,” tandas Ambara Putra –Fajar Bali (16/3)
16 Oktober 2025