Dinas Pertanian menggelar kegiatan sosialisasi penggunaan pupuk organik berbasis teknologi nano yang bertempat di Subak Sembung, Denpasar Utara. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Bapak Ir. A.A. Gde Bayu Brahmasta, M.MA, perwakilan petani/pekaseh se-Kota Denpasar, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) serta Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) sebagai ujung tombak pendampingan petani di lapangan.
Sosialisasi ini bertujuan untuk mengenalkan pupuk organik dengan teknologi nano sebagai inovasi baru dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Teknologi nano pada pupuk organik memungkinkan unsur hara terserap lebih efisien oleh tanaman, sehingga kebutuhan pupuk dapat ditekan dan hasil panen menjadi lebih optimal. Kerjasama pupuk organik dengan teknologi nano ini akan diimplementasikan dalam Demonstration Plot (Demplot) pada Tujuh (7) subak dengan luasan 10 are. “Kami berharap dukungan dari Dinas Pertanian Kota Denpasar, sehingga tujuan dari penerapan teknologi nano Jepang ini dapat meningkatkan hasil panen secara signifkan”, ungkap Firman Apandi, CMO Wikinara.
Kepala Dinas Pertanian menyambut baik kerja sama penerapan pupuk organik nano ini. Menurutnya kerjasama ini menjadi bagian dari upaya transformasi pertanian menuju sistem yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.. “Harapannya selain meningkatkan efisiensi pemupukan, penggunaan pupuk organik juga diharapkan mampu memperbaiki struktur dan kesuburan tanah dalam jangka panjang”, ungkap Ir. A.A. Gde Bayu Brahmasta, MMA.
Petani Subak Sembung sangat antusias dengan kegiatan ini karena memberikan wawasan baru terkait teknologi pertanian modern yang dapat diterapkan di lahan sawah. Melalui peran aktif Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), petani diharapkan dapat memahami cara penggunaan pupuk organik nano secara tepat serta mengadopsinya secara bertahap dalam kegiatan budidaya. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani semakin kuat dalam mendorong inovasi pertanian, meningkatkan hasil produksi, serta mendukung ketahanan pangan daerah.
16 Oktober 2025
05 Mei 2026
05 Mei 2026