Menu

Padi Gogo Varietas Inpago 13 Fortis Hasilkan 9,3 Ton/Ha

  • Kamis, 16 Oktober 2025
  • 608x Dilihat

Demplot padi gogo yang dilaksanakan di Subang Ubung Kota Denpasar dengan hasil 9,3 ton GKG / ha cukup menjanjikan dikembangkan secara luas Sebagai salah satu upaya peningkatan produksi pangan dan sekaligus upaya efisiensi penggunaan air (15/10/ 2025).

Varietas Inpago 13 Fortiz dipilih karena ketahanannya terhadap kondisi lahan kering serta potensi hasil yang menjanjikan sebagai salah satu varietas unggul baru, Inpago 13 Fortiz lebih tahan terhadap kekeringan dan memiliki potensi hasil mencapai 8,2 ton/ ha. Turut hadir perwakilan dari Dinas Pertanian Provinsi Bali, BRMP, Kodim 1611/Badung, Koordinator BPP se-Kota Denpasar, Pekaseh Subak Ubung, Pekaseh Subak Buaji, Pekaseh Pakel II, Pekaseh Subak Srogsogan dan PPL.

 Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kota Denpasar, IGAN Anggreni Suwari, SP., MSi mengatakan saat ini Dinas Pertanian Kota Denpasar sedang gencar-gencarnya mengembangkan padi varietas unggul baru (VUB) diantaranya varietas padi sunggal, M70D, VUB Inpago 13 Fortiz dalam upaya mencapai target luas tambah tanam yang ditargetkan oleh Pusat. Kota Denpasar memiliki target LTT pada tahun 2025 seluas 3,588 Ha sampai bulan September baru mencapai mencapai 74,32% dengan luas tanam seluas 266,7 Ha. Menurutnya kedepan tantangan pertanian di Kota Denpasar tidak saja mengenai alih fungsi lahan, umur petani, juga masalah airyang sangat urgent untuk dicarikan solusinya yang salah satunya dengan memilih varietas-varietas yang tahan terhadap kekeringan namun disisi lain mempunyai hasil produktivitas yang tinggi. Penerapan padi gogo dinilai mampu menghemat hingga 50% kebutuhan air dibandingkan padi sawah konvensional sehingga sangat relevan dengan kondisi Denpasar saat ini.

 Pekaseh Subak Ubung, Dewa Gede Suma Putra, menyampaikan rasa senang dan antusias atas hasil demplot padi gogo seluas 50 are di wilayahnya. Ia mengungkapkan bahwa hasil panen yang diperoleh menunjukkan produktivitas yang maksimal, sehingga memberikan harapan besar untuk keberlanjutan program ini. “Kami sangat senang karena hasilnya benar-benar memuaskan. Demplot ini membuktikan bahwa padi gogo bisa tumbuh baik meskipun di lahan kering, dan kami berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.

 Hal senada disampaikan oleh Pekaseh Subak Srogsogan, Nyoman Agus Sugianto Arimbawa, yang turut mendukung pengembangan padi gogo di wilayah perkotaan. Ia menilai hasil ubinan yang tinggi dan kebutuhan air yang relatif sedikit menjadikan varietas ini sangat potensial untuk dikembangkan di Kota Denpasar. “Padi gogo ini sangat cocok untuk kondisi Denpasar yang lahan irigasinya terbatas. Dengan hasil yang tinggi dan efisiensi air yang baik, kami sepakat bahwa padi gogo layak dikembangkan lebih luas lagi,” tuturnya.