Dinas Pertanian Kota Denpasar akan melakukan vaksinasi Hewan Penular Rabies (HPR) April 2018 ini. Vaksinasi menyasar perbatasan Denpasar, seperti Gianyar, Badung, dan Tabanan. “Pelaksanaan Vaksinasi massal rabies di Kota Denpasar sudah dipersiapkan segala sesuatunya, terutama masalah Sumber Daya Manusia(SDM). Karena SDM yang dimiliki Dinas Pertanian saat ini sangat terbatas, Namin kami merekrut dokter hewan mandiri lulusan dari Unud sebagai tim dalam pelaksanaan vaksinasi rabies,” Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar, drh . Made Ngurah Sugiri, minggu (1/4) kemarin.
Ngurah Sugiri menjelaskan, Pemprov Bali membantu 50 ribu vaksin dan Pemkot Denpasar Menyiapkan 5.000 vaksin, sehingga Dinas Pertanian memiliki 55.000 vaksin. Idealnya minimal kebutuhan vaksin 70 persen dari perkiraan populasi anjing yang ada di Kota Denpasar sebanyak 96.791 ekor. Dari populasi anjing tersebut paling tidak bisa memvaksin anjing sebanyak 70.000 ekor. “Sekarang persediaan yang kita miliki hanya 55.000 vaksin, kekurangannya bisa dianggarkan dalam APBD Perubahan dan Dibantu oleh dokter hewan, ”ujar Ngurah Sugiri.
Dia vaksinasi rabies yang dilaksanakan tahun 2017 banyak dibantu oleh dokter hewan mandiri, sehingga realisasi vaksinasi mencapai 108 persen, atau melebihi dari populasi anjing.
Mengingat vaksinasi massal ini akan dilakukan seperti cincin dengan menggarap terluar yang perbatasan dengan kabupaten lainnya yang masih positif rabies, seperti Tabanan dan Gianyar. Sedangkan Kabupaten Badung sudah zero hewan penular rabies, “Kami tetap mempioritaskan untuk vaksinasi rabies daerah perbatasan di Kota Denpasar, seperti Pemogan, Ubung dan Peguyangan, “Ucapnya.
Disinggung penyebaran virus rabies, kata Ngurah Sugiri, pihaknya terus melakukan sosialisasi guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat dengan cara rutin mengadakan vaksin anjing peliharaan, stop membuang anjing dijalan. Di samping melaporkan kepada petugas jika menemukan hewan yang terjangkit dan terindikasi HPR. “Kami berharap masyarakat selalu bersinergi dan aktif melaporkan serta melakukan upaya bersama guna mencegah penyakit rabies, “harapnya.
Dia menambahkan, di Kota Denpasar ada 43 desa/ kelurahan dan 433 banjar vaksinasi harus dilaksanakan secara serentak karena Denpasar merupakan satu kesatuan dengan pulau Bali dan arus lalu lintas tidak ada pembatasnya. Namun tetap khawatir karena masih ada kabupaten lain sebelum terbebas dari rabies, sebak Kota Denpasar tahun 2018 sudah zero rabies. Yang paling efektif menekan rabies adalah vaksin massal.
Disamping edukasi yang tidak henti-hentinya kepada masyarakat untuk mengubah pola pikir memelihara anjing yang baik. “Masalah pokok rabies belum bisa terkendali akibat dari prilaku masyarakat memelihara anjing yang masih adaterliarkan. Anjing yang diliarkan banyak berkembang di daerah kosong sehingga sulit kita kontrol. Kalau ada digigit satu akan terus berkembang dan ini akan kita pioritaskan vaksinasi, “papar Ngurah Sugiri.
16 Oktober 2025
05 Mei 2026
05 Mei 2026