Menu

Subak Tegallantang Dinilai Tim Provinsi dalam Lomba Penerapan Teknologi Kedelai

  • Senin, 20 Mei 2013
  • 2264x Dilihat
Di tengah gempuran permasalahan alih fungsi lahan yang kian tinggi di Kota Denpasar, Subak Tegallantang mampu menunjukkan langkah efektif mempertahankan produktivitas dengan cara penerapan teknologi. Kamis, (16/5), Subak Tegallangtang, Desa Padang Sambian Kelod Denpasar Barat, dinilai Tim Provinsi Bali dalam Lomba Penerapan Teknologi Usaha Tani Kedelai, Tingkat Provinsi Bali. Dengan menerapkan teknologi, baik teknologi budidaya maupun pemupukan serta budidaya benih maka, permasalahan produksi dan produktivitas dapat teratasi. Dengan produksi yang tinggi, para petani menjadi termotivasi untuk bekerja dengan baik sebagai petani. Walikota Denpasar, melalui Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar, Ir. I Gede Ambara Putra, sangat mengharapkan para petani di Kota Denpasar khususnya mampu menjada dan melestarikan subak-subak di Bali. "Pemerintah tentu akan memberikan insentif dan reward kepada para petani yang mampu menjaga subaknya dengan baik", tegas Ambara Putra. Dengan luas lahan 30 Ha, Subak Tegallantang menerapkan sistem pengairan setengah teknis dengan pola tanam Padi, Palawija, Padi. Benih Kedelai yang ditanam adalah varietas wilis dengan jumlah benih tiap hektar 30-50kg dan pupuk phonska sebanyak 1/2 kg/are diberikan 1 kali pada saar tanam. (pit)