Menu

Siasati Lahan Kering di Denpasar Timur dengan Tanam Palawija dan Hortikultura

  • Kamis, 26 Mei 2011
  • 9308x Dilihat
Pertengahan Tahun 2011 ini, dilakukan perbaikan irigasi di 11 subak di wilayah Denpasar Timur. Selama berlangsungnya proyek tersebut, otomatis ada pengalihan aliran air ke pembuangan yang menyebabkan lahan pertanian kering. Atas dasar itulah, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar berinisiatif membantu petani dengan membuat program penanganan dan pemanfaatan lahan mangkrak dadakan. Komoditas yang paling cocok adalah jenis palawija dan hortikultura (buah, sayur, florikultura dan biofarmaka). Budidaya sayur misalnya, disamping memiliki nilai ekonomi tinggi, waktu panen juga tidak lama dan kebutuhan masyakarat sangat tinggi. Sosialisasi mengenai pemanfaatan lahan ini telah dilakukan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar, pada Rabu, 25/5 kemarin. Didampingi Kabid. Produksi, Ir. Sagung Mirah Widhiani dan Kabid. Pemasaran Drh. IB Mayun Suryawangsa, Ir. Gede Ambara Putra mengatakan Pemerintah perlu bertanggung jawab dengan jalan mengajak untuk membudidayakan jenis tanaman lainnya seperti palawija dan hortikultura. "Kalau lahan kering maka padi tidak cocok ditanam, karena tanaman ini memerlukan banyak air, maka perlu dialihkan untuk menanam jenis komoditas lainnya", tegas Ambara. Ditambahkannya, bahwa saat ini Pemerintah Kota Denpasar memiliki komitmen mensejahterakan petani. Untuk tahap awal pihak pemerintah melalui Dinas Pertanian akan memberikan bantuan bibit sesuai permintaan petani. Lahan produktif di wilayah Denpasar Timur ini sekitar 700 hektar. Lahan seluas ini selama enam bulan ke depan akan kering, sehingga sosialisasi tentang pemanfaatan lahan ini sangat ditunggu-tunggu petani.