Menjelang hari suci Galungan dan Kuningan, Dinas Pertanian Kota Denpasar, mulai selasa (18/12) hingga Sabtu (22/12) mendatang, akan mengadakan pasar murah di parkiran Utara Taman Lumintang Kota Denpasar. Kegiatan ini menggandeng tim penggerak PKK Kota Denpasar, Ir. I Gede Ambara Putra, M.Agr, Senin (10/12) kemarin.
Dikatakan, pasar murah ini rutin di gelar setiap tahun dalam rangka menyambut Galungan dan Kuningan. Tujuannya guna membantu para petani dan usaha micro kecil menengah untuk ikut menjual hasil produksinya dengan harga lebih murah dari pasaran. Disisi lain, masyarakat yang tidak sempat kepasar, bisa datang kepasar murah untuk membeli kebutuhan hari raya Galungan. “Pasar Murah yang digelar di Taman Kota Lumintang ini sangat strategis dan lengkap sehingga masyarakat dapat berbelanja semua kebutuhan upacara dan sembako,” kata Ambara Putra.
Menurut Ambara Putra, pasar murah ini untuk membantu masyarakat yang ekonomi pas-pasan. Mengingat barang-barang kebutuhan pokok dan kelengkapan upacara yang dijual harganya jauh lebih murah dari harga pasar traditional maupun swalayan, karena buah-buahan jamur dan jajan langsung dijual oleh petani maupun perajin, “pasar murah ini sasarannya masyarakat yang ekonominya menengah kebawah,” tandasnya.
Dia berharap adanya pasar murah ini dapat membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu karna harganya sangat kompetitip dengan barang yang ada di pasaran, “kami meminta masyarakat tidak melewatkan pasar murah ini, karena barang-barang kebutuhan pokok, buah-buahan, jamur dan keperluan upacara Galungan yang dijual harganya murah dan barangnya segar-segar,” harap Ambara Putra.
Sementara itu Kepala Bidang Bina Usaha, drh, Ketut Ayu Dewi Anggreni, didampingi Kasi Bina Usaha dan Kemitraan, I Gusti Agung Ngurah Sunarta. Mengatakan beraneka barang kebutuhan pokok di jual di pasar murah, selain buah ada jamut, sampian, penjor dan buah-buahan, juga di jual dodol yang khusus didatangi dari Singaraja.
Menurut Dewi Anggreni, jenis dodol yang dijual cukup banyak dan beragam harganya juga cukup murah dari pasaran, “penjual dodol Singaraja di pasar murah mencpai Rp 40 juta lebih hanya tiga hari, karena harganya jauh lebih murah dari pasaran sehingga di serbu oleh masyarakat.” Ucap Dewo Anggreni.
Dijelaskan petani yang diikuti dalam pasar murah adalah kelompok-kelompok tani yang memiiki produk pertanian yang khas, seperti sawo di datangkan khusus dari Desa Dawan Klungkung dan buah jeruk dari Petang. Sedangkan dodol asli produk Singaraja, karena rasanya sangat enak dan gurih. Juga kacang sawur serta tape, juga di jual di pasar murah “semua kebutuhan untuk upakara Galngan dan Kuningan dijual di pasar murah. Karena disini petani dan perajin yang berjualan, tidak dikenakan sewa tempat alias gratis selama lima hari pasar murah berlangsung,” tandasnya.
16 Oktober 2025
05 Mei 2026
05 Mei 2026