Menu

RANCANG LPB DISTAN DATA LUAS LAHAN PERTANIAN DI KOTA DENPASAR

  • Senin, 12 Agustus 2019
  • 1153x Dilihat

     Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar tahun 2019 ini, mendata luas lahan Kota Denpasar. Pasalnya,lahan pertanian terus menyusut seiring pesatnya pembangunan perumahan dan perkantoran, alih fungsi lahan pertanian tidak terbendung.

     Kadis Pertanian Kota Denpasar, Ir. I Gede Ambara Putra, M.Agb, mengatakan data luas lahan pertanian yang di badan Pertahanan nasional (BPN) Kota Denpasar dengan Pendataan dan pemetaan lahan pertanian dimulai tahun ini. Tujuannya untuk membuat database luas lahan pertanian Kota Denpasar, sehingga ada kepastian luas lahan yang tersisa.

     Tahun ini  akan mulai membuat pemetaan lahan subak. Setelah pemetaan subak selesai, kedepan akan dirancang subakmana dipakai sebagai lahan pertanian berkelanjutan (LPB). “Kami menjalin kerjasama dengan Universitas Udayana membuat pemetaan lahan pertanian, agar diketahui berapa luas lahan pertanian yang masih tersisa di Kota Denpasar,” kata Ambara Putra,”  minggu (11/8) kemarin.

     Ambara Putra mengakui lahan pertanian Kota denpasar setiap tahun terus menyusut seiring maraknya alih fungsi, dari lahan basah menjadi pemukiman. Hal ini perlu di carikan terobosan supaya lahan pertanian tidak habis dan tinggal subaknya saja. Terobosan mengindari  berkurangnya lahan pertanian tersebut dengan membuat Jalann Usaha Tani (JUT), sehingga para petani gampang mengamgkut hasil panen. Selain itu jalan usaha tani yang dipaving dengan lebar 1,5 meter, bisa dijadikan jogging track oleh masyarakat sekitarnya. Tahun ini, katanya digarap jalan didua subak, yakni Subak Sembung sepanjang 1,1 km dengan biaya Rp 1,2 miliar, dengan luas lahan 35 hektar. Kedua subak Kerdung dengan panjang jalan 1,3 km dan lebar 1,5 meter menghabiskan dana Rp 2 miliar.

     Menurut Ambara Putra, keberadaan lahan pertanian (subak) belakangan ini semakin menyempit di Kota denpasar. Pihaknya terus berupaya agar lahan pertanian bisa bertahan, dengan melakukan berbagai terobosan salah satunya adalah tahun 2015 adalah Subak Lestari. Program ini ternyata dapat menahan petani menjual sawah. Bahkan, sampai saat ini sudah ada beberapa subak yang digarap dalam program Subak Lestari dengan membuat jalan usaha tani. Lima subak tersebut, yakni sub ak Intaran Barat luasnya 125 hektarpanjang jalan 1,4 km dengan anggaran Rp 1,2 miliar, Subak Intaran Timur (Sanur Kauh), Subak Anggabaya, Subak Umalayu, Subak Umadesa, Penatih, Subak Sembung, Peguyangan, luas lahan 115 hektar dan subak Saba 25 hektar panjang jalan 1km menelan danaRp 1,2 miliar. “jalan Usaha Tanitersebut sangat membantu  dan mempermudah para petani, baik mengangkut hasil pertanian  maupun untuk alat pertanian, “ucapnya.

     Mempertahankan lahan pertanian di Kota Denpasar, lanjut Ambara Putra, pihaknya merancang Subak Lestari  di beberapa lokasi subak. Terkait Subak Lestari ini, Dinas Pertanian pun mengusulkan agar bebas pajak. Sellain itu, ia juga memberikan bantuan bibit, serta alat pertanian lainnya dipakai mendukung penggarapan sawah. Bukan hanya itu , ia juga memberikan alat pertanian baik tradisional maupun modern. “kami berharap semua pihak terkait bersama – sama mewujudkan Subak Lestari tersebut agar lahan pertanian yang ada tidak mudah beralih fungsi. Dimana anggota subak harus mendapat manfaat nya. Kalau para petani belum merasakan manfaat nya akan mubazir,” tandas Ambara Putra.