Program SLPTT Kota Denpasar Lampaui Target
Kota Denpasar menjadi pusat berbagai aktivitas .Termasuk alih pungsi lahan cukup tinggi,sehingga diyakini labat laun lahan pertanian produktif akan habis. Bahkan selasa 31 Maret 2009 Dirjen Tanaman Pangan Departemen pertanian Bapak Ir. Sutarto Ali Moeso,M.M , kaget .Denpasar yang diperkirakan sudah penuh sesak dengan jumlah penduduk ternyata masih menyimpan potensi pertanian produktif .Terbukti prgram pusat Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) di Denpasar sangat berhasil . Apa yang diharapkan pemerintah pusat , dengan dilaksanakannya program pusat (SLPTT) akan mampu meningkatkan produksi pertanian khususnya padi . Bapak Sutarto Ali Moesa yang didampingi Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bali , Ir. I Wayan Badra Wismaya dan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Dan Hortikultura Kota Denpasar Ir. I Gede Ambara Putra mengakui rasa kagum kepada pemerintah Kota Denpasar . Komitmen pemerintah Daerah mendukung program pemerintah Pusat masalah pertanian sangat tinggi.Hasilnya justru melampoi target , dimana setelah dilakukan pengecekan dilapangan ternyata dampak SLPTT mampu meningkatkan produksi sampai 40 % ,sebelum melakukan SLPTT produksi padi dalam lahan per hektar hanya mencapai 8 s/d 8,5 ton . Sementara setelah dilaksanakan program SLPTT mampu mencapai 11 ton per Hektar . Bapak Dirjen Bertemu dengan Petani dan berdialog masalah SLPTT di Subak Kepaon Denpasar Selatan , malah bapak dirjen mengharapkan pemerintah Kota Denpasar untuk mempertahankan lahan pertanian dari serbuan alih fungsi, sambil menjelaskan program SLPTT dilaksanakan pendidikan , Pelatihan , bantuan bibit . dalam pendidikan minimal 10 kali pertemuan dengan memberkan tata cara pemupukan yang berimbang , jarak tanam , penanggulangan hama/penyakit , menggunakan benih bersertifikat dan cara becocok tanam