Mendukung program nasional khusus sapi indukan wajib bunting yang diterapkan seluruh Indonesia. Kota Denpasar mendapat kegiatan tersebut guna meningkatkan jumlah populasi sapi Bali Khususnya karena di Pulau Dewata hanya sapi Bali yang boleh dikembangkan dan sapi lain tidak boleh.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar. Drh. Ida Bagus Manyun Surya Wangsa, Senin (6/3) kemarin mengatakan, populasi sapi Bali di Kota Denpasar hingga Maret 2017 ini sebanyak 3.181 ekor. Sapi Bali akan dilakukan program khusus, yakni program insemenasi buatan. Program ini digalakan dengan harapkan input, output dan outcome jelas. Sehingga beberapa jumlah populasi yang akan diisimensasi buntingdan melahirkan. Sedangkan outcome-nya adalah dinilai investasi yang akan didapat.
Menurut Surya Wangsa, sapi hasil insemensasi setelah didata ada 1.700 ekor dan 70 persen dinyatakan bunting sehingga sisa sapi kurang lebih 1.500 ekor. Sementara sapi yang lahir mencapai 1.200 ekor. Nilai Investasi yang ditanam ketika sapi sudah lahir umur 4-6 bulan dijual rata-rata seharga Rp 4 juta. “Hasil yang akan diperoleh sesuai program khusus yang diterapkan ini tidak akan merugikan petani, “kata Arya Wangsa.
Lebih lanjut Arya Wangsa mengemukakan, program lanjutan akan melakukan sosialisasi terkait sapi betina produktif dilarang dipotong sesuai regulasi. Dia sudah melaksanakan sosialisasi ke lapangan terkait larangan pemotongan sapi betina produktif. Karena sapi betina produktif harus diinsemenasi untuk mendapat anakannya untuk meningkatkan populasi sapi Bali yang ada di Kota Denpasar. “Program insemenasi buatan sekarang dilaksanakan ke lapangan tanpa di pungut biaya alias gratis. Petani tinggal melapor kepada petugas dan segera ditindak lanjuti tanpa dikenakan biaya, “Ujar Surya Wangsa.
Dia menambahkan, sesuai program siwab Bali, Kota Denpasar mendapatkan klaster intensif dan klaster yang keadaan sapi itu harus dikandangkan bukan dibiarkan liar. Melihat situasi di Kota Denpasar, hampir setengah populasi sapi Bali liar. Karena pola pikir masyarakat yang memiliki sapi agar sedikit keluar biaya sehingga sapinya dibiarkan liar dan kawin secara alami. “kami akan turun kelapangan melakukan sosialisasi terkait klaster yang diterapkan di Bali harus lewat klaster intensif dengan mengandangkan seluruh sapi yang ada. “Populasi sapi bali paling banyak di Kota Denpasar ada di Pedungan, Denpasar Selatan, “ paparnya.
16 Oktober 2025