Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ir. I Gede Ambara Putra, didampingi Plt. Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura , Ir. Nyoman Yeni Muliani, Minggu (8/7) kemarin, mengatakan pengembangan tanaman bawang merah varietas Philip ini menggugah para petani agar mau menanam tanaman selain padi. Karena hasil panen bawang merah varietas Philip tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat dan petani diberikan bibit secara gratis. “Kami membuat proyek percontohan menanam bawang merah varietas Philips seluas 5 hektar di Subak Delod Sema, Padanggalak, Subak Buaji Kesiman Petilan, Denpasar Timur dan Subak Sanur, Jln Matahari Terbit Desa Sanur kaja, Denpasar Selatan. Dari ke 3 subak yang menanam bawang merah baru di dua subak seluas 2 heaktar dipanen dan hasilnya cukup bagus, “kata Ambara Putra.
Ambara Putra memaparkan pihaknya mencoba mengembangkan tanaman bawang merah varietas Philip di Kota Denpasar agar para petani tidak hanya menanam padi dan tanaman lainnya, karena hasil panen bawang merah varietas Philip 17 ton per hektar mencapai Rp 340 juta ketimbang hasil panen padi yang per hektar nya Rp 30 Juta. “kami harapkan petani di Kota Denpasar beralih menanam bawang merah varietas baru, karena usia panen hanya 60 hari, sedangkan panen padi hampir 90 hari dan hasilnya jauh di bawah, “ujar Ambara Putra.
Setelah sukses panen perdana bawang merah varietas Philip di dua subak ini, lanjut Ambara putra, puhaknya mengundang seluruh pekaseh untuk melihat langsung sekaligus ada Farm Field Day (FFD) hasil panen bawang merah dari petani sebelum mengembangkan ke subak lainnya di Kota Denpasar varietas Philip yang umbinannya besar-besar dibandingkann bawang merah varietas lainnya. “kami mengajak para petani mengembangkan hortikultura tanaman jangka waktu pendek, tapi hasilnya lumayan bagus. Kita buat trobosan baru dan petani tidak harus menanam padi. Bagaimana bisa mengubah pola pikir petani supaya mau beralih menanam bawang merah seperti petani di subak Delod Sema dan subak Buaji, ”paparnya.
Ditanya kebutuhan bawang merah di Kota Denpasar, Ambara Putra mengungkapkan, kebutuhan bawang merah yang dijual dipasar-pasar yang ada belum bisa dipetuhi oleh petani. Bawang merah yang dijual di pasar=pasar Kota Denpasar sebagian besar di suplay dari Jawa Timur dan Kabupaten lainnya di Bali mengingat para petani di Kota Denpasar lebih banyak menanam padi ketimbang menanam bawang merah. Mungkin harga bawang di pasaran tidak menentu, sehingga para petani enggan menanam bawang. Kalau di hitung harga bawang merah dengan gabah jauh lebih mahal dua kali lipat, bahkan bisa 10 kali lipat. “Ini bukti keseriusan Petani di subak Delod Sema, Subak buaji dan Subak Sanur mau menanam bawang merah varietas Philip. Sebelum bawangnya dipanen siang malam agar tidak di curi,” ucap Ambara Putra.
Salah seorang petani bawang di subak Delod Sema, I Ketut Suka, mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemerintah Kota Den[pasar telah membantu bibit bawang merah varietas Philip secara gratis. Selain itu hasil panen dan penjualan bawang merah tidak dikembalikan ke pemerintah melainkan di pakai bibit sebagian untuk ditanam kembali, “Saya bersyukur pnen perdana bawang merah cukup bagus. Mudah-mudahan kedepan hasilnya panennya jauh meningkat dari sekarang,” ucap Suka.
16 Oktober 2025
05 Mei 2026
05 Mei 2026