Menu

Petani Denpasar Panen Bawang Super Philip

  • Kamis, 12 Juli 2018
  • 657x Dilihat

     Dinas Pertanian Kota Denpasar terus berinovasi dalam mendukung maksimalnya sektor pertanian di Kota Denpasar. Beragam bibit dikembangkan sebagai upaya menjaga lahan pertanian agar tetap lestari. Pengembangan bibit Bawang Super Philips merupakan salah satu solusi pertanian perkotaan yang baru saja di panen oleh petani di bebeapa subak Kota Denpasar.

     Seperti Subak Buaji dan Subak Delod Seme dengan jumlah panen mencapai 17 Ton/ Hekta. Pada Senin(10/7), Distan Kota Denpasar kembali melaksanakan panen perdana Bawang Super Philips di Subak Margaya , Denpasar Barat dengan jumlah panen berada di kisaran 17 Ton/Hektar.

     Kadis Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra di dampingi Plt. Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ni Nyoman Yeni Mulyani saat diwawancarai Rabu (11/7) mengatakan bahwa bawang super pilip merupakan jenis tanaman yang tergolong mudah untuk dikembangkan. Sehingga sangat cocok untuk dikembangkan di daerah pertania tengah kota seperti halnya Kota denpasar. “Bwang Super Philip ini sangat cocok dikembangkan di kota Denpasar yang tergolong dataran rendah dengan tingkat produksi panen dikisaran 16-18 Ton/Hektar,” ungkapnya.

     Selain mudah dalam pengembangan, lanjutnya, bawang jenis ini juga menjadi solusi bagi daerah pertanian dengan jumlah air yang terbatas, serta mampu menghasilkan umbi yang tergolong besar. Menurut Ambara, bawang super philips saat ini sangat produktif dan laku dipasaran. Selain dari bemntuk umbinya yang besar, masa tanam jenis ibawang ini juga tidak terlalu lama yakni 70 hari sudah dapat dipanen.

     Ditambahkan, di Kota Denpasar saat ini pegembangan bawang jenis ini terdapat di tujuh subak, yakni Subak Buaji, Subak Delod Sema, Subak Sanur, Subak Margaya, Subak Lungatad, Subak Dalem, dan Subak Pakel I. “Tahun ini pengembangan menyasar tujuh subak, dan terus akan dikembangkan di seluruh subak di Kota Denpasar sehingga petani perkotaan tetap produktif dan memiliki pasar yang jelas,’ tandasnya.

     Pekaseh Subak Margaya, i Nyoman Ariantha mengatakan, bawang super philip ini merupakan jawaban atas permasalahan pertanian di Kota Denpasar. Dimana, ketersediaan air yang tidak stabil tentu sangat produktif jika pengembangan pertanian fokus pada tanaman selain padi yang salah satunya adalah bawang ini. “Kami berharap agar terus dikembangkan karena sangat produktif bagi pertanian perkotaan serta diminati di pasaran.” Pungkasnya.