Menu

Mengembangkan Padi Organik di Subak Biaung

  • Selasa, 24 April 2018
  • 1289x Dilihat

     Sehat itu mahal. Karena itu masyarakat berlomba-lomba menjalani hidup sehat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengonsumsi makanan organik. Menyikapi hal itu Kodim 1611/Badung bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kota Denpasar, mengembangkan padi organik di Subak Biaung, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, Senin 23/4 kemarin. Tahap awal digarap satu hektar.

     “Hari ini, kami melaksanakan penanaman padi organik pada lahan satu hektar. Ini merupakan program ketahanan pangan Kodim1611/Badung di Subak Biaung, Desa Kesiman, Kertalangu. Ini tahap awal ini menjadi proyek percontohan, “tegas Dandim 1611/Badung Letkol Inf. Handoko Yudho Wibowo.

     Lanjut Dandim, dalam pelaksanaan program ini pihaknya bersinergi dengan petani, pemkot, dan pihak ketiga yang khususnya membidangi padi organik.

     “Ini proyek percontohan. Sesuai arahan Kadis Pertanian akan dicoba satu hektar dulu dan kalau sukses akan dikembangkan lagi. Ini program baru dari TNI AD. Kami berharap hasilnya dapat digunakan cadangan logistik di wilayah,” ungkapnya.

     Kadis Pertanian Tanaman Pangan  dan Hortikultura Kota Denpasar, Ir Gede Ambara Putra, mengatakan pihaknya dalam pengembangan padi organik ini tidak berdiri sendiri, tetapi menggandeng pihak ketiga yaitu Ir Ida Bagus Gede Arsana, Direktur Bali Sari Organik. Pihaknya membantu petani dalam pemberian pupuk organik. Sedangkan teknik penanaman, dan membeli hasil panen adalah pihak ketiga yaitu Bali Sari Organik.

     “Dengan Demikian, petani tidak ragu untuk menanam padi organik karena hasil panennya sudah ada yang beli. Memang untuk organik hasil panen nya agak drop, biasa dapat panen 6 ton turun 3 ton. Start awal memang begitu, kedua dan selanjutnya baru normal,”tegasnya.

     Menurut Ambara Putra, keuntungan padi organik jauh lebih besar. Pasalnya, harga gabah organik bisa mencapai Rp 6 ribu sampai Rp 7 ribu per kilogram, sedangkan harga berasnya Rp 20 ribu. “Jadi, menanam padi organik lebih menguntungkan, apalagi pembelinya sudah ada,” ungkapnya.