Menu

Luncurkan Program Yarnen, Pemkot Denpasar Berharap Dapat Bendung Alih Fungsi Lahan

  • Selasa, 21 Februari 2012
  • 2517x Dilihat
Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Denpasar guna membendung alih fungsi lahan yang kian tak terkendali. Seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar, Ir. I Gede Ambara Putra, salah satu program yang kini tengah dilakukan instansinya adalah program Yarnen. Program Yarnen atau Bayar setelah Panen merupakan program mengajak para pengusaha untuk membantu para petani dimana semua biaya yang timbul baik untuk pembelian bibit maupun pupuk ditanggung pihak ketiga, Sehingga, petani hanya mengerjakan lahan sawah yang ada. Begitu pula setelah musim panen tiba, pengusaha akan beli sesuai dengan harga pasar. "Harapannya adalah para petani dapat menikmati hasil panen yang sesuai dengan harga pasar sehingga hasil yang diperoleh dapat lebih tinggi", tandas Ambara Putra. Program Yarnen sendiri dilakukan dengan berupaya mendorong dan mengajak pihak ketiga maupun pengusaha untuk dapat membantu petani di Denpasar. Terkait dengan alih fungsi lahan yang semakin tak terkendali, Ambara Putra menjelaskan, selain program Yarnen, program-program berbasis pertanian kreatif dan teknologi akan terus diluncurkan untuk memberdayakan lahan persawahan yang ada.