Laporan dari Matahari Terbit : dari College Comunity, Wisata Hortikultura hingga Peluang Bisnis
Demonstrasi Plot (demplot) berbagai jenis tanaman hortikultura di kawasan Pantai Matahari Terbit, Sanur yang dikembangkan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura bekerja sama dengan ASBENINDO (Asosiasi Perbenihan Indonesia) dan PT. Bisi sejak 5 November kemarin sudah memasuki masa panen. 121 varietas dari 12 komoditi ini menghasilkan panen yang cukup menggembirakan. Ini membuktikan tanaman hortikultura sangat mudah dikembangkan mulai dari lingkungan keluarga hingga areal yang lebih luas dengan rata-rata masa tanam 60hari.
Selama tanggal 5-9 November, Demplot ini telah dikunjungi ratusan orang setiap harinya. Antara lain : Walikota Denpasar beserta jajaran Kepala SKPD, Mahasiswa Fakultas Pertanian dari Universitas Warmadewa dan Universitas Udayana, Para Petani, Ibu rumah tangga dan masyarakat luas lainnya, siswa Taman Kanak-kanak (TK), Ketua PHRI Denpasar, Ketua HKTI Bali dan tentu saja delegasi Asian Seed Congress (ASC) 2012.
College comunity
Sejak memasuki masa tanam hingga pasca panen, para petani Kota Denpasar diajak untuk mengenal dan belajar budidaya tanaman hortikultura di Demplot Hortikultura dikawasan Matahari terbit ini. Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra, mengatakan, sekolah lapang berfungsi untuk mendidik para petani yang ingin mengembangkan tanaman holtikultura. "Salah satu solusi atas desakan lahan sempit di Kota Denpasar, maka dikembangkanlah pertanian hortikultura," ucapnya.
Tidak hanya para petani yang memanfaatkan demplot ini sebagai ajang belajar, para mahasiswa, ibu rumah tangga dan masyarakat luas lainnya yang berkunjung, dapat langsung bertanya-tanya pada Penyuluh Pertanian, perwakilan PT.Bisi dan ASBENINDO yang siap memberikan penjelasan. Dengan demikian, college comunity yang diharapkan oleh Walikota Denpasar dapat mulai terbentuk. Kegiatan ini akan berkesinambungan sehingga harapan setiap keluarga memanfaatkan lahan di rumahnya dapat segera terwujud.
Wisata Hortikultura
Ketika dikunjungi Ketua PHRI Kota Denpasar, IB Sidharta Putra, Demplot Hortikultura ini langsung memunculkan naluri bisnisnya. Dilihat dari kunjungan beberapa wisatawan asing ke lokasi demplot ini, mereka sangat antusias sekali melihat tanaman-tanaman tropis yang sedang berbuah lebat bahkan sangat menikmati segarnya hasil buah-buahan tropis seperti Melon dan Semangka. "Demplot ini cocok sekali dikembangkan menjadi wisata hortikultura, dimana ada kegiatan memetik dan mencicipi langsung. Tentu sensasinya adalah lebih segar, lebih sehat, dan lebih nikmat", ujar IB. Sidharta.
Peluang Bisnis
Ada beberapa pertanyaan menarik dari masyarakat luas ketika berkunjung ke Demplot ini. Dimana kami bisa mendapatkan benihnya? Saya boleh memetik langsung dan membelinya? Wah, ternyata memang antusias masyarakat terhadap Demplot ini sangatlah besar. Beberapa diantaranya yang berhasil diwawancara mengaku sangat senang dengan adanya Demplot ini, selain bisa mengajak keluarganya untuk berwisata dan mengenalkan tanaman hortikultura, mereka dapat mencicipi langsung buah-buahan yang memang disediakan. "Harapannya disini bisa langsung beli bibit, bukan benih lagi, jadi bisa langsung ditanam", ujar Ibu Candri, salah seorang pengunjung. "Kalau memetik langsung dan langsung bisa membelinya, tentu saya akan sangat senang sekali, soalnya ini sangat segar dan manisnya asli", pengunjung lainnya menimpali.
Seperti harapan Walikota Denpasar, Ketua HKTI Bali, Prof. Dr. Nyoman Suparta, berharap Demplot di kawasan Matahari Terbit ini menjadi pilot project untuk menggugah kelompok-kelompok masyarakat agar mulai memanfaatkan lahan di rumahnya agar bernilai ekonomi untuk keluarga.
Oleh : Pipit Merdekawati