Menu

Jelang Idul Adha Distan Segera Cek Kesehatan Hewan Kurban

  • Selasa, 30 Juli 2019
  • 997x Dilihat

     Dinas Pertanian Kota Denpasar akan mengecek kesehatan ternak yang akan dijadikan kurban, saat Idul Adha yang jatuh pada 11 Agustus 2019 mendatang. Pengecekan akan difokuskan pada ternak yang dijual dipinggir jalan. Mulai penjualan sampai persiapan pemotongan hewan kurban, sepertin sapi dan kambing, akan di cek , baik antaermotem dan posmoterm, sehingga daging yang dibagikan kepada masyarakat, betul-betul aman, sehat, utuh dan halal (ASUH).

      Itu dikatakan Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Distan Denpasar, Drh Made Ngurah Sugiri didampingi Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner, Drh I Gst Putu Dharma Hadi Saputra dan Drh. Ana Retno Erdianti, senin (27/7) kemarin. “Kami akan turunkan tim guna mengecek beberapa lokasi  penjual ternak di pinggir jalan atau dikandang,” kata Ngurah Sugiri.

     Dikatakan pengecekan dilakukan karena umumnya sebagian hewan kurban yang dijual didatangkan dari luar Denpasar, seperti Karangasem, Tabanandan Negara dan sebagian dari luar Bali, yakni Jember dan Lumajang, Jawa Timur. Hewan seperti kambing dari luar Bali  harus mendapatkan surat terkait kesehatan hewan dari Balai Karantina Banyuwangi, sedangkan sapi yang dibeli dari Pasar Beringkit, Badung, agar dilengkapi dengan surat pengantar dari instansi  terkait daerah tersebut . “Sebelum hewan kurban tersebut dipotong , wajib diperiksa kesehatannya, begitu juga setlah dipotong dagingnya kembali diperiksa  agar dagingnya betul-betul sehat,” ujar Mhurah Sugiri.

     Selain melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban, lanjut Ngurah Sugiri, pihaknya juga melakukan pembinaan para pedagang, agar tetap menjaga kesehatan ternaknya. Salah satunya dengan memberikan pakan dan minum secukupnya, sehingga ternak yang akan dijual tetap segar dan sehat. “Kalau ada ternak yang sakit segera dipisahkan, dan dilaporkan ke Dinas Pertanian Kota Denpasar untuk mendapatkan penanganan”,  pintanya.

     Dia menjelaskan, pengecekan kesehatan ternak bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Udayana (Ubud), dengan menerjunkan 100 mahasiswa dan 20 dosen. Juga melibatkan empat tim dari balai Besar Veteriner dan petugas dari Dinas Pertnian , Pemeriksaan antemortem, terlebih dahulu mahasiswa diberikan pembekalan teknis, “Pemeriksaan pada H-1 Idul Adha dan tes posmortem pada hari H Idul Adha,” jelasnya.

     Dia menerangkan, di Kota Denpasar akan ada 133 titik tempat pemotongan hewan kurban yang dilakukan di Masjid dan Mushola akan diawasi dan diatur untuk pemeriksaan kesehatan daging hewan kurban. Sehari sebelum dipotong, petugas akan menjajaki penampungan ternak di Masjid dan Mushola guna mengecek posmartem sebelum hewan tersebut dipotong.

     Ngurah Sugiri berharap, pedagang agar ikut bersama-sama menjaga kesehatan hewan, sehingga saat dipotong daging betul-betul sehat. Dia juga meminta menjaga kesehatan hewan ketika saat dipotong dagingnya benar-benar sehat, Dia juga meminta hewan kurban agar dipotong di RPH demi menjaga kesehatan daging. Karena sarana dan prasarana di RPH sangat lengkap, sehingga kesehatan daging tetap terjamin. “Kami menyiapkan RPH untuk tempat pemotongan hewan kurban, dan silahkan tukang potongnya bawa sendiri,” harapnya, seraya menambahkan, pihaknya bersama tim akan terus turun mengecek kesehatan ternak mulai dari H-4 Idul Adha.