Jamur Tiram Jadi Produk Andalan, Kembangkan Pertanian Berorientasi Pasar
Meski lahan pertanian di Kota Denpasar terus terdesak akibat derasnya arus urban, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar tidak kehabisan akal dalam dalam mengembangkan pertanian. Sebagai instansi yang bertanggung jawab atas eksistensi pertanian, Dinas Pertanian Tanama Pangan dan Hortikultura terus melakukan inivasi, salah satunya mengembangkan produk pertanian yang berorientasi pasar.
Artinya, sebelum menentukan jenis produk pertanian yang hendak dikembangkan di satu kawasan / wilayah, terlebih dahulu dilakukan observasi lapangan terutama menyangkut pasca panen produk dimaksud. “ Kami harus memastikan pasar terlebih dahulu sebelum melangkah menentukan jenis produk pertanian yang akan dikembangkan,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota denpasar, Ir. I Gede Ambara Putra, M. Agb., Minggu (34/8) Kemarin.
Salah satu produk yang dinilai cukup prospektif dan bernilai ekonomi tinggi dalam pengembangan pertanian ini dipilih Jamur Tiram. Pertimbangannya, selain tidak memerlukan lahan yang terlalu luas, pelaku usaha tani ini juga tidak harus berkumal dan bergelut dengan lumpur sawah sebagaimana dilakoni para petani padi. Terpenting, nilai jual produk ini cukup menjanjikan. Saat ini pengembangan jamur tiram telah dilakoni generasi muda di Desa Peguyangan. Bahkan pengelolanya yang awalnya mengandalkan bantuan dari Pemerintah, saat ini telah mampu mandiri. “Ketergantungan mereka terhadap bantuan pemerintah tak berlangsung lama, bahkan kini pengelola mengaku kerap kewalahan memenuhi pesanan jamur tiram,” ucap Ambara.
Pengembangan produk pertanian yang berorientasi pasar tak hanya berhenti pada Jamur Tiram. Berkat kejelian tim dari Dinas Pertanian meneropong bangs pasar, masyarakatpun ditawari agar memanfaatkan lahan yang sempit untuk mengembangkan tanaman hias terutama anggrek potong di wilayah Denpasar Selatan, serta membentuk “ Kampung Horti” di Cengkilung, Peguyangan Kangin.
Khusus untuk kampong horti dibuat RPL (Rumah Pangan Lestari) yang secara rutin menyediakan/ mengembangkan tanaman sayur seperti tomat, cabai, terong, Edamame (kedelai besar atau yang kerap disebut kedelai jepang), serta tanaman hias seperti ending, praksok. Pengelolaannya telah bekerjasama dengan kelompok-kelompok landscape maupun Dinas Kebersihan Pertamanan (DKP) Kota Denpasar, sehingga pangsa pasar sangat jelas. Demikian pula untuk produk jenis sayurannya. Bahkan blakangan ini, produk edamame yang “dibooking” swalayan ternama di Denpasar hamper kewalahan melayani permintaan.
Selain itu Dinas Pertanian juga mengembangkan jenis Hortikultura di lahan edukasi pertanian di kawasan Pantai Matahari Terbit, Sanur. Beberapa jenis tanaman yang berhasil dikembangkan diantaranya, melon, semangka, kates, buah naga, serta jenis sayuran, kacang panjang, cabai dan lainnya. Dipihak ini pihaknya member kesempatan kepada semua pihak yang ingin mempelajari masalah pertanian. “ Jika ada Sekaa Teruna yang mau mempelajari pengembangan jenis produk pertanian kami persilahkan, kami siap termasuk menyediakan bibitnya,” pungkas Ambara Putra.
DENPASAR-Fajar Bali
16 Oktober 2025