Selama 3(tiga) hari ke depan, dari tanggal 2 s/d 4 Maret 2017 Dinas Pertanian Kota Denpasar menyelenggarakan kegiatan Vaksinasi Rabies, Sterilisasi dan Kastrasi. Bekerja sama dengan Yayasan Seva Bhuana dan Yayasan BAWA (Bali Animal Welfare Association), pada hari pertama telah banyak peminatnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat mengontrol populasi dan mengurangi ancaman rabies.
Sterilisasi adalah mengangkat organ reproduksi anjing betina (atau disebut juga kastrasi pada pengangkatan testikel anjing jantan). Sterilisasi dilakukan melalui operasi dengan membius anjing terlebih dahulu oleh dokter hewan yang berkualifikasi. Tergantung dari kondisi fisik anjing, biasanya anjing akan dirawat selama beberapa jam atau beberapa hari paska operasi di klinik dokter hewan. Sebelum dilakukan prosedur sterilisasi atau kastrasi, dokter hewan akan menjelaskan semua hal yang bersangkutan dengan prosedur tersebut, dan mendiskusikan dengan anda kapan usia yang tepat bagi anjing untuk menjalankan prosedur ini.
Berikut manfaat Sterilisasi dan Kastrasi :
- Sterilisasi membantu anjing hidup lebih sehat dan hidup 2.-3 tahun lebih lama.
- Sterilisasi menghindari resiko anjing betina terkena kanker rahim/indung telur/payudara apabila disteril sebelum berumur 6 bulan dan menghapuskan resiko kematian karena melahirkan.
- Kastrasi pada anjing jantan sebelum berumur 6 bulan mengurangi resiko kanker testis, masalah prostat dan hernia
- Kastrasi mengurangi kecenderungan anjing jantan untuk kencing dimana-mana.
- Kastrasi membuat anjing jantan lebih tenang, mengurangi keinginan mereka untuk berkelahi dengan sesama pejantan dan mengurangi kegelisahan selama musim kawin
- Sterilisasi menghilangkan siklus haid anjing betina sehingga anda terbebas dari bercak-bercak darah di rumah anda. Bila tidak dilakukan sterilisasi, anjing betina dapat menggonggong dan menangis terus menerus ketika sedang haid, bersikap tidak tenang, dan menarik perhatian pejantan.
- Sterilisasi mengurangi kemungkinan pengeluaran biaya ekstra untuk operasi caesar dan biaya perawatan penyakit (seperti kanker rahim, kanker prostat dst ) serta keterpaksaan untuk memberikan anak anjing kepada orang lain dan resiko perkembangbiakan tak terkendali di rumah anda.
- Sterilisasi & Kastrasi mengurangi agresivitas anjing (behavior & temperament issues) dan resiko mereka menggigit orang atau anjing lain.
- Sterilisasi mengontrol populasi anjing
- Sterilisasi mencegah wabah rabies dan penyebaran penyakit lain.
Disamping kegiatan ini, Pemerintah Kota Denpasar gencar menekan penyebaran virus rabies secara bertahap dari tingkat banjar. Selain itu diperlukan juga kesadaran masyarakat agar merawat dengan baik hewan peliharaannya sehingga resiko terkena rabies dapat ditekan. Saat ini telah terdaftar sebanyak 108 hewan yang akan di kastrasi dan steril pada 2(dua) hari kedepan.
"Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan. Diharapkan dengan kegiatan ini masyarakat lebih sadar untuk menjaga, merawat kesehatan anjing dan kucing secara bertanggung jawab", tegas Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ir. I Gede Ambara Putra, M.Agb
(Pipit)