Menu

Evaluasi Penerapan Kedelai

  • Jumat, 19 Juni 2015
  • 2578x Dilihat
 
          Selasa kemarin (16/6), Tim Penilai Evaluasi Penerapan Teknologi Usaha Tani Kedelai Tingkat Provinsi menyambangi Subak Kepaon yang mewakili Kota Denpasar dalam Lomba terkait. Acara ini dihadiri langsung Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kota Denpasar I Gede Ambara Putra dan Tim Penilai Penerapan Teknologi Usaha Tani Kedelai Tingkat Provinsi Bali yang dipimpin oleh I Wayan Joniarsa.
Dalam sambutannya, Ambara Putra mengatakan Pemerintah Kota Denpasar tidak bosan-bosannya memberikan perhatian dan dukungan terhadap peningkatan produksi dan produktivitas usaha tani di Kota Denpasar. Salah satunya adalah melalui penerapan teknologi, baik teknologi budi daya maupun pemupukan serta budi daya  kedelai diharapkan dapat menjawab permasalahan yang dihadapi para petani di perkotaan.
 
           “Kami mengharapkan melalui lomba penerapan teknologi usaha tani kedelai ini, krama subak Kepaon dapat termotivasi dalam menerapkan teknologi anjuran yang diberikan oleh petugas,” tambah Ambara Putra.  
Sementara itu, pekaseh Subak Kepaon, I Wayan Mardia dalam laporannya menjelaskan bahwa Subak Kepaon yang berada di wilayah Desa Pemogan, Denpasar Selatan memiliki luas baku 119,00 Ha, merupakan lahan berpengairan setngah teknis dengan tanaman dominan ialah tanaman padi dan kedelai secara bergantian. Pelaksanaan budidaya kedelai di Subak kepaon dilakukan dengan pola tanam padi-palawija-padi, dengan benih kedelai yang digunakan adalah varietas Anjasmoro dengan jumlah benih setiap hekatrnya 40-50kg. Pupuk yang diberikan adalah Phonska sebanyak 2kg/are dan diberikan 1 kali pada saat tanam.
“Dalam pengembangan agribisnis komoditi kedelai, kami dibantu oleh KSU Jana Marga yaitu berupa penyediaan sarana produksi seperti benih, pupuk dan lainnya. Tentunya peran dari para petugas penyuluh di lapangan juga sangat membantu kami untuk mengetahui jadwal tanam yang tepat “, papar Wayan Mardia.