Lumintang, Denpost
Dinas Pertanian Kota Denpasar selamat empat hari mulai Rabu (27/2) hingga sabtu (2/3) lalu mevaksin 144 hewan penular rabies (HPR), khususnya anjing lokal. Sedangkan seterilisasi dan kastrasi, baik anjing maupun kucing, 99 ekor.
Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra mengungkapkan pemberian vaksin gratis yang dilaksanakan terhadap anjing peliharaan masyarakat serangkaian HUT ke-231 Kota Denpasar menggandeng Yayasan Seva Bhuana dan BAWA agar HPR yang ada di Denpasar kebal terhadap serangan penyakit rabies dari luar. Pasalnya, masih banyak HPR di kabupaten lain menularkan rabies.
“Kami rutin setiap bulan melakukan vaksin anjing gratis peliharaan masyarakat agar kekebalan tubuhnya tetap terjaga, “ kata Ambara Putra, Minggu(3/3) kemarin.
Menurut Ambara, vaksinasi gratis yang dilakukan terus-menerus terhadap anjing lokal untuk menekan penularan rabies. Pasalnya, di Denpasar sejak tahun 2017 hingga 2018 lalu sudah bebas dari HPR, harus tetap waspada terhadap anjing dibawa dari luar diam-diam masuk ke Denpasar yang tidak diketahui apakah penular rabies atau tidak.
Karena itu, pihaknya tidak henti-hentinya memvaksinasi anjing lokal, baik yang dipelihara maupun diliarkan, supaya tetap sehat. “Kami optimis mampu mempertahankan Denpasar bebas HPR tahun ini seperti yang sudah dilakukan dua tahun berturut-turut sebelumnya,” ujarnya.
Selain vaksinasi gratis terhadap HPR, dia juga menyatakan telah melaksanakan depopulasi anjing, khususnya anjing lokal berupa sterilisasi. Anjing jantan dikastrasi dan anjing betina diopariosektomi agar dapat menekan jumlah populasi anjing. Sterilisasi anjing lokal sebanyak 99 ekor selama empat hari.
“Kami minta masyarakat memelihara anjing dengan baik dan jangan diliarkan demi menjaga kesehatannya dan tidak mudah terserang rabies,” katanya.
Populasi anjing lokal maupun ras di Denpasar, kata dia, tahun ini mencapai 100 ribu ekor lebih. Ini salah satu upaya menekan populasi anjing dengan melakukan depulasi lewat kastrasi dan sterilisasi, di samping mengontrol hewan penular rabies yakni anjing, kucing dan sejenisnya. “ Kami melakukan kastrasi dan sterilisasi gratis bagi anjing lokal dapat menekan jumlah populasi hewan tersebut,” ucapnya
Dia menyatakan kembali memvaksinasi rabies masal pada 18 Maret 2019 mendatang bersama kabupaten lainnya di Bali akan menyasar rumah-rumah warga yang tersebar di empat wilayah kecamatan. Program vaksinasi massal gratis tersebut gencar dilakukan selama sebulan supaya HPR yang ada di Denpasar kebal terhadap penyakit rabies.
“Vaksinasi massal lebih banyak dilakukan di perbatasan Denpasar dengan Kabupaten Badung dan Gianyar untuk memperkebal tubuh anjing dari serangan rabies yang ditularkan HPR yang ada disana” katanya.
Koordinator Lapangan Yayasan BAWA , Rai Arniansih, mengatakan vaksinasi HPR dilakukan Dinas Pertanian Kota Denpasar dan dari yayasan lebih banyak mengontrol populasi anjing. “Kami menjalin kerjasama dengan Dinas Pertanian melakukan vaksinasi maupun sterilisasi anjing sudah berjalan hampir 2 tahun,” katanya.(103)
16 Oktober 2025