Tahun ini, Dinas Pertanian Kota Denpasar menargetkan 500 petani sudah mengantongi kartu tani. Jumlah tersebut diharapkan meningkat tahun 2018 mendatang. Bahkan memasuki musim tanam April – September 2018, semua petani diharapkan sudah memiliki kartu tani. Pasalnya, keberadaan kartu ini akan membantu petani mempermudah akses mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pupuk bersubsidi. Itu dikatakan, Kadis Pertanian Kota Denpasar, Ir, I Gede Ambara Putra, di sela – sela sosialisasi kartu tani di balai Subak Pakel,Rabu (20/12) kemarin.
“Kami sekarang sedang gemar-gemarnya mendata dan memfasilitasi pembuatan kartu tani. Masyarakat Denpasar sangat antusias, karena sudah tau manfaat kartu tersebut. Seperti saat peluncuran dan pendataan di Subak Temaga. Masyarakat petani berduyun-duyun membuat kartu tani,” ujarnya.
Dikatakan, Dinas Pertanian Kota Denpasar bersama Bank Negara Indonesia (BNI) sedang mendata dan memvertifikasi petani yang ada di Kota Denpasar. “Kami menargetkan sampai akhir Desember 2017 sebanyak 500 petani mendapatkan kartu tani,” ujar Ambara Putra. Menurut Ambara, sosialisasi kartu tani gencar dilakukan juga untuk pendataan petani. Selain untuk mengetahui jumlah petani, juga untuk memastikan luas lahan dan beberapa kebutuhan pupuk yang di perlukan. Sebab, kartu tani ini dipakai untuk mempermudah akses para petani untuk dapatkan pupuk bersubsidi juga dapat membeli benih maupun mendapatkan KUR dengan bunga rendah. “Sekarang petani yang berada di subak wilayah Kecamatan Denpasar Utara dan Denpasar timur berbondong bondong mendaptarkan diri agar mendapatkan secepatnya kartu tani” ucapnya.
Lebih lanjut dikatakan, pihaknya menargetkan musim tanam April – September 2018, semua petani di Kota Denpasar sudah memiliki kartu tani. “Kami dari Dinas Pertanian mempunyai database yang lengkap dan akurat. Petani kedepan berpikiran bagaimana meningkatkan produktivitas. Sekarang petani harus menggunakan pupuk berimbang, karena dulu lebih banyak memakai pupuk urea, “ujarnya.
Dikatakan, tahun 2018mendatang sosialisasi akan menyasar subak yang ada di Kecamatan Denpasar Barat dan Denpasar Selatan. “Kalau dulu kita lakukan sosialisasi lewat para pekaseh, tapi sekarang langsung ke krama subak agar petani tahu manfaat nya,” terangnya. Selain kartu tani, kata Ambara Putra, pihaknya juga mensosialisasi masalah tanam saat musim seperti sekarang ini dan berapa luas lahan Kota Denpasar yang bisa ditanami.
Disinggung soal luas lahan pertanian di Kota Denpasar Ambara Putra menjelaskan berdasarkan data yang dimiliki luas lahan pertanian 2.444 hektar. Lahan yang ada tidak semua digarap pemilik lahan namun, lahan pertanian yang ada kebanyakan dikerjakan penggarap (penyangkap).
16 Oktober 2025