Dinas Pertanian Kota Denpasar bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Udayana, melakukan pengecekan kesehatan hewan kurbvan. Dalam pengecekan ini, Distan menerjunkan 150 mahasiswa.
“H-4 kami terus mengecek kesehatan hewan kurban, seperti sapi dan kambing. Pada hari h nanti, kami krembali mengecek antermorntem dan pasmoprtem daging sapid an kambing. Tujuannya agar masyarakat muslim betul-betul mendapatkan daging yang sehat,” ujar Kadis Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra, didampingi kasi Kesehatan Hewan, drh IA Made Sri Martini, Minggu 19/8 kemarin.
Dikatakan pengecekan kesehatan hewan ternak yang dijual dilakukan tiga tahap, di 180 titik tempat pemotongan. Pengecekan kesehatan hewan kurban dimulai selasa 14/8 lalu. Hewan yang dijual tersebut harus diketahui asal usulnya. Sehari sebelum di potong petugas akan menjajaki penampunganm ternak di masjid dan mushola, guna mengecek postmatem sebelum hewan itu disembelih, “setelah di potong kami mengecek kembali kesehatanb daging agae betul betul dan aman dikonsumsi,” katanya.
Dia meminta, pedagang yasng menjual hewan kurban ikut menjaga kesehatannya. Terutama ternak kambing dan sapi yang dipotong pada hari H. Kalau ditemukan di tempat penampungan sapi hewan yang kurang sehat, agar tidak dijual ini untuk menghindari penularan kepada hewan yang sehat. “Kami harapkan pedagang ikut menjaga kewsehatan hewan yang dijual, sehingga saat di potong dagingnya betul-betul sehat dan tidak ditemukan permasalahan saat mengkonsumsi daging”, harapnya.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Made Ngurah Sugiri mengungkapkan, hewan kambing yang dijual dilahan kosong di Jl. Gatot Subroto Barat, sebagian besar didatangkan dari Lumajang, Jawa Timur, Jembrana, Buleleng dan Tabanan. Sedangkan sapi dibeli dari pasar Bringkit, Mengwi, Badung. Hewan kurbvan yang dijual hendaknya mendapat surat pengantar darfi instansi terkait di daerah terserbut agar hewan yang diperdagangkan betul-betul terjamin. Jangan sampai ada hewan sakit yangdijual di Kota Denpasar. “Kami sudah mengecek kesehatan ternak dibeberapa tempat yang di jual di Denpasar. Namun belum ada ditemukan yang sakit. Kalau ada yang sakit agar segera dipindahkan, sehingga tidak menular ke hewan ytang sehat,”? terang Ngurah Sugiri.
Selain melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban, lanjut Ngurah Sugiri, pihaknya juga telah melakukan pembinaan kepada para pedagang ternak untuk hewan kurban Idul Adha agar tetap menjagaz kesehatan kambing dan sapinya. Di samping memberikan pakan dan minum secukupnya agar ternak yang dijual tetap segar dan sehat. Dia meminta agar kurban dipotong di Rumah Potong Hewab (RPH) Kota Denpasar, untuk menjaga kesehatan daging. Karena sarana dan prasarana yang ada di RFPHG sangat lengkap sehingga kesehatan daging terjaga.
16 Oktober 2025
05 Mei 2026
05 Mei 2026