Menu

Distan Denpasar Kembangkan Bawang Merah Super Philip

  • Selasa, 17 April 2018
  • 1566x Dilihat

     Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pertanian Kota Denpasar akan mengembangkan tanaman bawang merah varietas Super Philip / Kote Monica di enam subak wilayah kecamatan. Pengembangan tanaman bawang tersebut guna dapat meningkatkan pendapatan para petani di Kota Denpasar.

     Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ir. I Gede Ambara Putra di dampingi Plt. Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Ir. Yeni Mulyani dan Kasi Hortikultura AA Made Jaya Yudadnyana, senin (16/4) mengatakan, pengembangan tanaman bawang merah tahun 2018 akan dilakukan di enam subak dengan luas lahan 5,50 hektar. Ke enam subak tersebut yang menjadi denplot (percontohan) penanaman bawang merah yakni  di Subak Sanur, Desa Sanur Kaja seluas 1 hektar, Subak Delod Sema di Kesiman Petilan 1 hektar, Subak Dalem Peguyangan kaja 1 hektar, Subak Pakel II Ubung Kaja 85 are, Subak Margaya Pemecutan Kelod 1 hektar dan Subak Lungatad Peguyangan kangin 65 are.

     Ambara Putra mengungkapkan, pihaknya mencoba membudidayakan tanaman bawang merah di Kota Denpasar mengingat Maret- Juni merupakan musim palawija karena tanaman palawija kususnya tanaman kedelai susah mencari bibit kedelai yang bagus dan harganya cukup mahal.

     “Ke depankami mencoba mengembangkan tanaman bawang merah varietas Super Philips, Bibit Bawang merah tersebut bantuan dari APBN.” Katanya. Ambara Putra menuturkan, bantuan bibit bawang merah sudah disebar ke masing-masing kelompok tani  yang ada di enam subak tersebut.  Dengan demikian, para petani yang mendapat bantuan bibit bawang merah tersebut tinggal menanam. Apalagi sekarang ini tidak musim hujan sehingga tanaman bawang merah harganya  cukup bagus sehingga mampu meningkatkan pendapatan para petani,” ujarnya.

     Disinggung kebutuhan bawang merah di Denpasar cukup tinggi, Ambara Putra menjelaskan, petani di Denpasar belum mampu memnuhi kebutuhan bawang merah, melainkan dipasok dari Jawa Timur dan Kabupaten di Bali. Pasalnya, para petani di Denpasar cenderung lebih banyak menanam padi dari pada menanam bawang merah. Mungkin harga bawang di pasaran tidak stabil dipasaran sehingga para petani enggan menanam  bawang. “Kami sempat mencoba menanam bawang merah di Subak Renon, hasilnya cukup bagus. Sekarang belajar dari pengalaman tersebut, tanaman bawang merah akan dikembangkan di enam subak yang ada, “ ucap Ambara Putra.

     Dia menambahkan, setelah adanya demplot akan ada juga FFD (Farm Field Day) dengan mengundang seluruh pekaseh untuk melihat hasil panen bawang merah dari petani sebelum mengembangkan secara luas. Sebab, bibit bawang merah yang cocok dikembangkan di Denpasar berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat dan Probolinggo, Jawa Timur. Karena kedua daerah tersebut  lahan pertaniannya berada di dataran rendah sesuai dengan kondisi alam yang ada di sana. “Kami ingin mengajak para petani yang ada di Denpasar menanam bawang agar tidak selalu menanam padi. Bagaimana caranya mengubah pola pikir petani agar mau beralih menanam bawang merah. Kalau tidak dicoba menanam tanaman lain akan tidak tahu hasilnya,” ucapnya.