Dinas Pertanian Kota Denpasar bersama petani di Subak Dalem Munduk Desa, Denpasar Utara, kembali memanen bawang merah varietas Philip Kamis (2/8) kemarin. Tanaman bawang merah menghasilkan 16,6 ton per hektar.
Sebelumnya Dinas Pertanian juga panen bawang varietas Philip di Subak Sanur, Jl. Matahari Terbit, yang menghasilkan 24,12 ton per hektar dan Keta Monca di Subak Buaji, Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur menghasilkan 17,94 ton per hektar. Pengembangan tanaman bawang kedua varietas baru tersebut untuk meningkatkan penghasilan para petani di Kota Denpasar.
Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ir. I Gede Ambara Putra, didampingi Plt. Kabid Tamanam Pangan dan Hortikultura. Ir. NyomanYeni Muliani, mengatakan pengembangan tanaman bawang merah varietas Philip dan Keta Moncatahun ini seluas 5 hektar dilakukan di Subak Delod Sema Padanggalak, Subak Buaji Kesiman Petilan, Denpasar Timur dan Subak Delod Sanur, Jl. Matahari Terbit, Desa Sanur Kaja, Denpasar Selatan . Ketiga subak tersebut dijadikan proyek percontohan penanaman bawang merah tersebut ternyata hasilnya cukup bagus setelah dipanen untuk dijadikan contoh. “Bawang yang ditanam usiannya 55-60 hari dan sudah dipanen secara bergantian dan hasilnya cukup bagus,” kata Ambara Putra, Rabu (2/7) kemarin.
Ambara Putra menyebutkan pengembangan budidaya tanaman bawang merah varietas phiip dan Keta Monca di Denpasar supaya para petani tidak melalui menanam padi. Pasalnya, hasil panen bawang merah varietas Philip 16,6 ton yakni Rp 320 juta per hektar dan varietas Keta Monca sebelumnya menghasilkan Rp 2250 juta dibandingkan hasil panen padi yang hanya Rp 30 juta per hektar. Bahkan usia panen bawang juga lebih pendek dibandingkan padi yang 90 hari. “Kami mengembangkan tanaman bawang merah varietas Philip dan Keta Monca ini bibitnya gratis dari pemerintah Pusat dan petani tinggal menanam dan hasilnya dinikmati sendiri, “ ujarnya.
Dia mengungkapkan setelah berhasil proyek percontohan bawang merah varietas Philip dan Keta Monca tersebut, maka dilaksanakan Farm Field Day (FFD) mengundang seluruh pekaseh guna melihat langsung hasil panen bawang merah dari petani di Subak Sanur sebelum mengembangkan ke Subak lainnya di Kota Denpasar. Pasalnya, bibit bawang merah varietas Philip dan Keta Monca cocok dikembangkan di Denpasar Bima, Nusa Tenggara Barat dan Probolinggo, Jawa Timur. Karena kedua daerah tersebut lahan pertaniannya berada di dataran rendah sesuai kondisi alam yang ada di daerah tersebut.
“Ke depan kita kembangkan hortikultura dengan tanam pendek dan hasilnya bagus. Kita buat terobosan dan tidak selalu menanam padi. Bagaimana caranya mengubah pola pikir petani agar mau beralih menanam bawang merah. Kalau sekali tahu hasilnya bagus maka pelati ketagihan terus menanam bawang merah seperti petani di Subak Buaji dan Subak Sanur,” katanya
16 Oktober 2025
05 Mei 2026
05 Mei 2026