Menu

Dinas Pertanian Kota Denpasar Promosikan Produk Pertanian Lewat Pasar Tani

  • Senin, 27 Februari 2017
  • 1779x Dilihat

          Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar gencar mempromosikan produk pertanian lokal yang dihasilkan petani di Denpasar lewat Pasar Tani setiap car free day yang digelar setiap hari minggu di Taman Kota Lumintang, Denpasar Utara.

         Kabid Pembinaan Usaha Dinas Pertanian Kota Denpasar, Drh. Ketut  Ayu Dewi Anggreni, M.Si., Minggu (26/2) kemarin mengatakan pasar tani ini sudah dilakukan awal januari 2017 masih datar-datar. Pasar tani menginjak awal Februari mendapat sambutan baik dari masyarakat. Bahkan masyarakat yang mengikuti car free day sangat antusian berbelanja di pasar tani yang khusus menjual hasil pertanian lokal.

          Dewi Anggreni menuturkan, peserta pasar tani ada salah seorang petani Subak Sembung, Peguyangan, Denpasar ytara menjual sayur kualitas bagus. Dia kontinyu mengirim sayur ke pasar swalayan  yang ada di kota Denpasar. Sayur yang di jual di pasar tani kualitasnya sama dengan sayur yang dijual di pasar swalayan. Sayur yang dijual di pasar tani tersebut kualitasnnya sangat bagus dan sudah diikat dengan baik. Tidak seperti yang dijual di pasar traditional. Sisa sayur yang dijual di pasar tani, baru dijual di pasar swalayan. “Masyarakat usai mengikuti car free day langsung berbelanja guna mendapat harga sayur dari petani langsung.” Kata Dewi Anggreni.

          Selain menjual sayur, lanjut Dewi Anggreni, di pasar tani juga menjual jamur, kripik, jamu dan telur asap. Jamur di jual oleh salah satu seka teruna laris dibeli masyarakat. Bibitnya juga ikut diborong untuk dibudidayakan dirumahnya. “Seka teruna yang menjual jamur sampai kewalahan melayani permintaan masyarakat. Karena jamur yang dijual luder terjual sekejap, “ujarnya.

          Lebih lanjut Dewi Anggreni mengemukakan, peserta terus bertambah ikut memasarkan hasil pertaniannya di pasar tani. Tapi ada hasil pertanian sudah diolah, seperti kripik, loloh (jamu) kunir, dan jus asli tanpa ada campuran bahan pengawet. “Kami juga melakukan pembinaan kepada petani yang menjual jamu atau kripik, karena kemasannya belum bagus. Disamping memudahkan konsumen, pedagang juga tidak capek melayani pembeli kalau sudah diisi merek produk, “jelasnya.

          Dia menambahkan, pasar tani mengutamakan hasil produk pertanian lokal dijual secara tidak langsung membantu para petani menjual hasil pertaniannya. Selain itu, ada KOI (Komunitas organik Indonesia) menjual produk yang dihasilkan benar-benar asli tanpa ada pengawet. Tujuan penjualan organik tersebut agar masyarakat betul-betul mencintai hasil pertanian organik. “Produk yang dijualbetul-betul asli organik dan tidak ada campuran bahan kimia untuk pengawet, “paparnya.