Pelatihan yang mengusung tema “Memanfaatkan Bunga di Sekitar Pekarangan” ini diikuti 140 orang peserta. Acara ini menghadirkan instruktur profesional dari Jakarta. Teresa Marta Inneke Turangan, AIFD. Inneke bukan hanya pernah meraih prestasi internasional tapi juga sempat menimba ilmu di berbagai negara dan mengikuti ujian AIFD (American Institude of Floral Designer) pada Juli 2006 silam.
Kabid Pembinaan dan Pemasaran Dinas Pertanian Kota Denpasar Drh. Ketut Ayu Dewi Anggreni Cahyani, M.SI, selaku Ketua Panitia Acara “Pelatihan Merangkai Bunga” mengatakan dalam kegiatan ini yabg ditonjolkan bunga lokal, utamanya yang ada di pekarangan rumah. Tujuannya, dapat meningkatkan wawasan dan keterampilan para remaja dalam peningkatan wawasan dan keterampilan para remaja dalam penanganan paska panen tanaman hias bunga lokal, sebagai cikal bakal produk unggulan Pertanian Kota Denpasar. Kreativitas rangkaian bunga lokal ini mampu menghasilkan karya kreatif yang bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah.
Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ir. I Gd. Ambara Putra, M.Agb. menyatatakan meski program yang dirancang serangkaian HUT ke-230 Kota Denpasar kali ini, sengaja menyasar kalangan generasi muda, ternyata responnya sangat positif.
Informasi yang mereka sebarkan melalui media sosial, dengan target peserta 75 orang ternyata yang mendaftar dan hadir melebihi target bahkan mencapai 140 orang. Banyak pesertanya berasal dari luar Kota Denpasar. Antisiasme anak-anak muda ini sangat menggembirakan,” ucpan sembari menambahkan jika program “Pelatihan merangkai Bunga” tersebut bertujuan memacu jiwa kewirausahaan mereka melalui kreativitas.
Anak muda, lanjutnya harus paham bahwa dengan sentuhan kreativitas bunga-bunga lokal bisa dirangkai menjadi karya seni yang cantik dan indah serta memiliki nilai lebih, sehingga kedepannya keterampilan ini bisa menjadi bekal awal bagi generasi muda yang ingin berwirausaha, khususnya bidang merangkai bunga.
PERLU WAKTU
DAN BERLATIH
Sementara itu, dalam sambutan Pit, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Antari jaya Negara yang dibacakan oleh Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Kerti Iswara mengatakan, penggunaan bunga lokal yang saat ini dianggap kurang menarik dan kalah saing dengan bunga inpor.
Hal ini akan meningkatkan nilai bunga lokal. Sehingga, nantinya dapat memotivasi petani untuk meningkatkan produksi bunga lokal. Ketika penggunaan bunga lokal meningkat, secara otomatis juga membantu meningkatkan pendapatan petani. Disamping itu, dengan kehadiran seorang pelatih yang mumpuni di bidangnya, juga bisa menjadikan peserta bisa lebih banyak lagi menggali ilmu dalam seni merangkai bunga lokal.
Kegiatan ini juga dalam rangka memantapkan petanian dari hulu ke hilir, perlu diupayakan pengelolaan dengan visi Kota Denpasar, yakni “Denpasar kreatif Berwawasan Budaya dalam keseimbangan Menuju Keharmonisan”.
Dilibatkannya para remaja dalam pelatihan merangkai bunga kali ini, untuk lebih menumbuhkan jiwa wirausaha, melalui keterampilan merangkai bunga dan nantinya berkembang menjadi usaha home industry demi menambah pendapatan.
Inneke selaku instruktur yang dibantunnAmik, pemilik bali Sekar dengab keplawaiannya, berhasil memberikan sekitar delapan contoh rangkaian bunga cantik berbahan bunga disekitar kita. Inneke yang mengenal bunga sejak 1998 ini, juga sempat bebagi tips, sebagai bekal dasar membuat rangkaian yang paling simple namun harmonis. Termasuk soal ide dan penekanan untuk menjadi terampil semuanya perlu waktu dan latihan.
Pekan depan akan ditampilkan beberapa contojh rangkaian bunga yang simple tapi cantik.
16 Oktober 2025
05 Mei 2026
05 Mei 2026