Kadis Pertanian Kota Denpasa, I Gede Ambara Putra, Senin (16/1) kemarin, mengatakan pasar tani dilaksanakan setiap hari minggu mulai Minggu (15/1) lalu dengan melibatkan kelompok-kelompok tani yang ada di Kota Denpasar. Kelompok tani yang ikut berjualan di pasar tani tersebut adalah petani yang memiliki produk pertanian. Pasar tani ini sangat penting karena hasil pertanian yang di jual masih segar dan harganya jauh lebih murah dari pasar yang ada di denpasar.
Ambara Putra menjelaskan, petani yang terlibat di pasar tani adalah, kelompok petani sayur, kelompok tanaman hias dan Kelompok Organik Indonesia (KOI). Selain itu, ada kelompok pengolahan hasil pertanian yang memproduksi loloh cemcem, susu kedelai, susu jagung manis, dan lainnya “Ini yang kita ajak setiap hari minggu di pasar tani berjualan untuk ikut memperkenalkan kepada masyarakat hasil pertanian yang segar -segar di Car Free Day” kata Ambara Putra.
Lebih lanjut Ambara Putra mengemukakan, hasil pertanian yang di jual tersebut secara tidak langsung akan dapat berinteraksi dengan masyarakat yang berolah raga setiap minggu di Taman Kota Lumintang. Selain ada transaksi, juga pengenalan hasil pertanian kepada masyarakat. Di mana hasil pertanian yang di jual tidak hanya sayur mayur, namun ada buah buahan dan tanaman hias seperti anggrek. “Tujuan utama di gelar pasar tani ini untuk mengubah pola pikir masyarakat yang ikut Car Free Day bahwa di Kota Denpasar masih ada pertanian, “ujar Ambara Putra.
Dia menambahkan, pasar tani yang sudah di buka tersebut mendapatkan dukungan dari masyarakat yang ikut Car Free Day. Pasalnya, masyarakat yang berbelanja di pasar tani tersebut dapat sayur mayur yang masih segar-segar. Bahkan harganya lebih murah dari pasar karena langsung di bawa oleh petani. Sehingga produk pertanian yang di jual diserbu pengunjung. “Kelompok tani yang berjualan dan hanya memakai meja dan belum ada tendanya. Kedepan kami akan pikirkan untuk itu agar para petani saat berjualan merasa nyaman, “ucapnya.
Di bagian lain Ambara Putra menjelaskan, dalam rangka mengevaluasi pertanian, terutama pada dan palawija tahun 2016, Kota Denpasar mengikuti lomba tingkat Provinsi bali. Pertanian kedelai diwakili Subak Umalayu Penatih, Denpasar Timur tammpil sebagai juara I. Sedangkan pertanian padi di Subak Pagutan, Desa Padang Sambian Kaja, Denpasar Utara keluar sebagai juara II penerapan teknologi usaha tani padi tingkat Provinsi Bali. “Prestasi yang di raih kedua subak ini akan dijadikan cemeti bagi subak lainnya agar bisa mengikuti Subak Umalayu dan Subak Pagutan berprestasi, ”Paparnya.
Hasil yang diraih kedua subak tersebut, kata Ambara Putra, sudah nyata dan akan dijadikan percontohan bagi subak lainnya. Karena Denpasar terus mengikuti lomba selalu mendapat juar, baik di pertanian kedelai maupun padi setiap tahun. “Kami selalu menerapkan reward fanisment setiap melakukan pembinaan terhadap petani. Kalau mereka bagus akan diberi reward. Kita tidak selalu mengejar juara secara instans, tapi menerapkan pola agar betul-betul ddipakai sehingga mereka mampu bersaing dengan petani lainnya,” tandasnya
16 Oktober 2025