Menu

Bunga Lokal tak Kalah Mentereng Dibanding bunga Impor

  • Jumat, 25 Juli 2014
  • 3670x Dilihat

Bunga Lokal tak Kalah Mentereng Dibanding bunga Impor

Pelatihan mernagkai bunga local yang terus digenjot Pemkot Denpasar untuk mendorong produktivitas dan kreativitas para petani bunga (local) Kota Denpasar khususnya, Bali umumnya.

            Bunga local seperti jempiring, gemitir dan bunga jengger ayam jika dirangkai apik lewat tangan termpil mampu menjadi hiasan bunga tangan maupun bunga pajangan di Hotel dan hajatan wedding. Kreativitas rangkaian bunga local ini juga mampu menghasilkan karya kreatif rangkaian bunga yang bias menghasilkan pundi-pundi rupiah.

            Hal itu diungkapkan coordinator Jempiring Flora kota Denpasar, Didon Kajeng. Bunga local jangan dianggap remeh, jika dirangkai dengan baik mampu menjadi tuan rumah di bali, seperti pada hajatan nikah maupun hajatan besar internasional dan daerah, ucap Didon Kajeng, Rabu (16/7) saat pelatihan merangkai bunga local di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) jalan Gunung Tangkuban Perahu, desa Padangsambian Klod, Kecamatan Denpasar Barat.

            Diakuinya, rangkaian bunga local karyanya juga pernah menyambut kegiatan besar seperti Kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Barak Obama, dan Mantan Presiden AS George W. Bush. Potensi bungan local sangat bagus, apalagi dengan perkembangan hotel di Bali saat ini sangat pesat, yang banyak menggunakan bunga impor. Hal ini juga menjadi tantangan para petani daerah untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

            Saya sering menghimbau para petani untuk menanam lebih banyak bunga local, sehingga dapat lebih meningkatkan produktivitas pertanian bunga local. Selain dipasarkan di beberapa hotel, dan kegiatan wedding di Bali, pihaknya juga banyak menerima pesanan dari beberapa pejabat Negara, maupun para artis Nasional dan Internasional.

            Didon menyebut Walikota Rai Mantra Terus Mensuport untuk menggelar secara rutin pelatihan-pelatihan merngakai bunga, yang saat ini telah mampu menelorkan beberapa desainer rangkain bunga dan telah sukses bekerja di beberapa Floris-floris terkenal di Denpasar. Untuk karya bungarangkaiannya biasa dipasarkan dengan harga Rp. 250.000 sampai 5.000.000.

            Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura kota Denpasar, Ir. I Gede Ambara Putra mengatakan, tempat pelatihan merangkai bunga ini satu-satunya yang ada di Bali, sehingga kelompok yang mau belajar merangkai bunga dapat belajar ditempat ini. Bahkan, tempat ini sebagai tindak lanjut dari idenya Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. IA Selly Dharmawijaya Mantra.

FAJAR BALI