Peningkatan jaringan irigasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukad Ayung, di kabupaten Gianyar, yang dilaksanakan Bali Wilayah Sungai Bali Penida (BWS-BP) berdampak pada seekor pertanian Denpasar. Tecatat 625 Hektar lahan pertanian dari 11 subak yang Tersebar di Denpasar Timur (Dentim). Tidak bisa bercocok tanam, baik padi maupun hortikulutura.
Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ir I Gede Ambara Putra didampingi Kabid Prasarana, sarana dan penyuluhan , Ir Ida Ayu Sukerniati mengatakan subak yang terkena dampak dari peningkatan jaringan Tukad Ayung, yakni subak Umadesa, Subak Temaga, Subak Padanggalak, Subak Umalayu, Subak Subak Paang, Subak Saba, Subak Longatad, dan Subak Taman.
Dampak dari peningkatan jaringan irigasi tersebut yang dimulai April sampai November 2019 mendatang sehingga para petani tidak bisa menanam padi dua kali dan sekali tanam hortikultura.
Ambara Putra Mengungkapkan, para petani tidak bisa bercocok tanam selama delapan Bulan, otomatis akan kehilangan penghasilan dari panen padi mau pun tanaman hortikultura. Namun, seluruh subak mendapatkan air setelah November, maka para petani akan dibantu bibit.
Benih padi secara gratis, terutama untuk lahan 265 hektar yang terkena dampak perbaikan jaringan irigasi tersebut. “Kalau airnya bisa mengalir bulan Oktober akan dibantu bibit benih padi di APBD Perubahan 2019. Jika tidak selesai November akan dibantu benihnya pada APBD induk 2020,” kata Ambara Putra.
Dikatakan Pihaknya terus berusaha membantu untuk dapat meringankan para petani yang tidak bisa bercocok tanam padi selama dua kali. Bantuan bibit padi seluas 625 hektar disiapkan 16.250 kg saat musim cocok tanam nanti. “ Apa yang kami lakukan ini bentuk kepedulian pemerintah kepada para petani yang terkena dampak peningkatan jaringan irigasi DAS Tukad Ayung ,” terangnya.
Lebih lanjut Ambara Putra mengemukakan, Dinas Pertanian tahun 2019 ini akan membantu kurang lebih 800 hektar benih padi kepada para petani. Selain itu, membuat Demplot(Percontohan) padi parietas unggul di masing-masing kecamatan 50 hektar.” Kita harus membuat percobaan demplot padi unggul, terutama pada saat musim tanam padi. Dengan adanya demplot padi unggul tersebut akan bisa dilkakulasi, karena luas lahan di kota Denpasar setiap tahun terus menyusut. Terutama akibat banyak alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan, “ ucapnya.
Dia menyatakan, data luas lahan pertanian yang dimiliki Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kota Denpasar dengan Dinas Pertanian tidak sinkron. Namun, Pihaknya mulai tahun ini membuat data base luas lahan pertanian di kota Denpasar, supaya diketahui dengan pasti. Bahkan, tahun ini sudah mulai membuat pemetaan setiap subak. Setelah pemetaan subak selesai, dan kedepan subak yang mana dipakai sebagai pertanian berkelanjutan. “ kita kerjasama dengan Universitas Udayana untuk membuat pemetaan lahan pertanian. Dengan demikian, diketahui berapa luas lahan pertanian yang masih ada di Kota Denpasar, “ tandasnya.
16 Oktober 2025
05 Mei 2026
05 Mei 2026