Sambut Tumpek Wariga Pertanian Adakan Saresehan Agribisnis
Budaya pertanian di Bali merupakan salah satu budaya yang sangat unik karena memadukan unsur religius ke dalam sektor pertanian. Dengan konsep Tri Hita Karana yang dianut oleh masyarakat Hindu Bali, hal ini juga diaplikasikan dalam budaya pertanian. Konsep Tri Hita Karana ini mengajarkan petani untuk selalu memperhatikan hubungannya dengan Tuhan dalam manifestasi “Dewi Sri†sebagai Dewi Kesuburan yang dalam kepercayaan masyarakat tani dipercaya sebagai pemberi berkah dalam berusaha tani, memperhatikan hubungannya dengan lingkungan serta sesama petani. Konsep ini dijaga oleh petani untuk karena dipercaya akan mendatangkan keharmonisan dan kebahagiaan bagi petani. Berangkat dari Konsep Tri Hita Karana dalam hal menjaga hubungan dengan Tuhan dalam konteks pertanian maka di Bali ada sebuah perayaan keagamaan yang dikenal dengan Tumpek Uduh/Tumpek Wariga. Perayaan Tumpek Wariga ini bagi petani sangatlah berarti karena mengandung konsep Tri Hita Karana tersebut. Berangkat dari hal tersebut maka Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar mengadakan Sarasehan Agribisnis dalam rangka perayaan Tumpek wariga.
Sarasehan ini dilaksankan untuk memberikan pengetahuan bagi petani tentang makna serta konsepsi perayaan Tumpek Wariga yang dipandang dari berbagai sudut. Dalam sarasehan ini makna serta konsepsi Tumpek Wariga akan dipandang dari segi Ekonomi, Agama dan Praktisi Lapangan. Demikian dikatakan Ir. I Gede Ambara Putra disaat selesai memberikan sambutan pembukaan Sarasehan ini di BPP Denpasar Barat 22 April 2010. Diharapkan dari kegiatan sarasehan Tumpek Wariga ini, akan memberikan pengetahuan bagi petani, pekaseh serta petugas pertanian di Kota Denpasar untuk memahami nilai dan makna Tumpek Wariga untuk pengembangan pertanian serta melestarikan pertanian di Kota Denpasar (par/angg)