Menu

Kembangkan Anggur Import Menuju Agrowisata di Kota Denpasar

  • Rabu, 26 Februari 2025
  • 707x Dilihat
Kembangkan Anggur Import Menuju Agrowisata di Kota Denpasar

Dalam upaya mengembangkan kawasan hortikultura anggur di Kota Denpasar, Dinas Pertanian Kota Denpasar melalui Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) telah melakukan berbagai kunjungan dan studi banding ke beberapa daerah. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya wawasan dan mengadopsi teknologi pertanian yang dapat diterapkan di Denpasar. Pada Kamis-Jumat, 28-29 November 2024, Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar bersama Bidang TPH melakukan kunjungan ke Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta. Kunjungan ini difokuskan pada pengembangan anggur dengan metode tabulampot (tanaman buah dalam pot), yang telah berhasil diterapkan oleh Kelompok Tegal Anggur Yogya. Kelompok ini beranggotakan 30 orang dan telah mengembangkan berbagai varietas anggur asal Jepang. Teknologi tabulampot ini dianggap potensial untuk diterapkan di Denpasar, mengingat lahan pertanian di kota ini terbatas. Selain kunjungan ke Yogyakarta, Dinas Pertanian Kota Denpasar juga melakukan pemantauan dan studi terhadap petani anggur lokal. Pada Rabu, 2 Oktober 2024, Bidang TPH mengunjungi Petani Anggur Bali Mesari Farm yang berlokasi di Kelurahan Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur. Kebun anggur seluas 13 are ini telah mengembangkan sekitar 30 varietas anggur, di antaranya Angelica, Gosvi, Jupiter, Ninel, dan Veles, dengan populasi sebanyak 150 pohon. Pengelola kebun, Pak Sam, menyampaikan bahwa iklim di Denpasar sangat mendukung pertumbuhan anggur, sehingga perlu dilakukan ekspansi lahan dan pemanfaatan teknologi pertanian modern. Selain itu, Bali Mesari Farm juga tengah kebunnya mengembangkan menjadi destinasi agrowisata yang diharapkan dapat menarik wisatawan dan meningkatkan perekonomian lokal. Selanjutnya, pada Kamis, 19 Desember 2024, Dinas Pertanian melalui Bidang TPH dan Binus melaksanakan kunjungan ke petani anggur di wilayah Subak Peraupan Barat, Kecamatan Denpasar Utara. Kebun anggur milik Bapak I Wayan Sudarsana ini memiliki luas lahan 3 are dan menanam 12 varietas anggur. Sistem budidaya yang digunakan adalah metode tanam teralis dan para para dengan lubang tanam berukuran 1 meter dan diameter 60 cm, serta jarak tanam 4-5 meter. Sebanyak 20 bibit anggur yang berasal dari Yogyakarta dan Jakarta telah ditanam di lokasi ini. Selasa, 31 Desember 2024, Dinas Pertanian melalui Bidang TPH melakukan kunjungan ke Kebun Anggur yang dipadukan dengan Resto di daerah Jl. Tk. Barito- Panjer Denpasar Selatan. Berdiri di lahan seluas 16 are, dengan luas kebun anggur 8 are dipadukan dengan area Resto menjadikan pengalaman/ upgrade wisata kebun anggur. Bertukar informasi mengenai teknis budidaya anggur agar kedepannya dapat dikembangkan di tingkat petani/kelompok tani di Kota Denpasar. Secara teknis dengan lahan budidaya seluas 8 are menampung sekitar 160 tanaman anggur yang sudah berumur hampir 3 tahun. Penanaman di dalam Green house dengan metode rambatan di para-para. Bibit langsung didatangkan dari luar negeri, dengan jumlah varietas sebanyak 23 varietas. Kebun, dibudidayakan secara menggunakan fermentasi organik kohe kambing, menghasilkan buah anggur yg sangat manis mencapai 20 bricks. Dinas Pertanian Kota Denpasar sudah menganggarkan Pengembangan Komoditas Horti, Anggur pada T.A. 2025 Perubahan, rencana di Subak Sembung dan T.A. 2026 di Subak Buaji serta Kelompok Tani Sarwa Prani. Dengan adanya kunjungan-kunjungan yang telah dilakukan, akan dijadikan sebagai model penerapan teknologi & pedoman teknis yang digunakan dalam upaya pengembangan komoditas hortikultura anggur di Kota Denpasar sehingga semakin berkembang dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Selain itu, pengembangan agrowisata berbasis pertanian juga diharapkan dapat menjadi daya tarik baru bagi sektor pariwisata di Kota Denpasar.