Menu

Pertanian Gelar Lomba Lelakut

  • Senin, 22 Februari 2010
  • 1065x Dilihat
Pertanian  Gelar Lomba Lelakut
Budaya agraris di Denpasar yang berlandaskan nilai-nilai luhur Agama Hindu sudah sangat jarang ditemui, seperti upacara “Penangluk Merana” yang menggunakan media petakut/lelakut. Untuk itulah, sebagai kota berwawasan budaya, Denpasar dalam rangkaian HUTnya ke-18 menyelenggarakan Lomba Petakut/Lelakut yang akan dilaksanakan pada tanggal 26 Februari 2010 jam 7.30 WITA bertempat di Subak Anggabaya Kelurahan Penatih Kecamatan Denpasar Timur. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar, Ir. I Gede Ambara Putra di sela-sela kesibukannya mempersiapkan lomba petakut ini (22-1-2010) Ketua Panitia Lomba Ir. Raka Arwita, MSimenambahkan dengan diadakannya Lomba Petakut/Lelakut ini dapat melestarikan budaya ”Penangluk Merana” di sawah serta memasyarakatkan budaya pembuatan sarana, prasarana serta pemahaman upacara ”Penangluk Merana” kepada generasi muda. Dalam lomba kali ini, akan diikuti oleh paguyubanpekaseh yang merupakan duta dari masing-masing Kecamatan. Setiap Kecamatan mengirimkan 5 buah petakut/lelakut sehingga nantinya akan ada 20 buah petakut/lelakut yang akan menyemarakkan sawah di Subak Anggabaya.Petakut/lelakut yang akan dilombakan kali ini harus memenuhi unusur-unsur yang ditentukan oleh pihak panitia, diantaranya adalah harus memenuhi unsur kelengkapan bahan, proses pembuatan, kreatifitas masing-masing kelompok dan upacara yang menyertainya. Dengan adanya kriteria tersebut, diharapkan tujuan dari pelaksanaan lomba petakut/lelakut ini dapat tercapai. Untuk memastikan Lomba Petakut/Lelakut ini berjalan lancar, panitia pun sudah mempersiapkan dewan juri yang sudah berkompenten di bidangnya masing-masing, yakni dari unsur Fakultas Pertanian Universitas Udayana, Kantor Agama Kota Denpasar, Dinas Kebudayaan dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan & Hortikultura (par)