Menu

PERTANIAN EKOTEKNOFARM

  • Selasa, 16 Februari 2010
  • 1145x Dilihat
PERTANIAN EKOTEKNOFARM
Kota Denpasar merupakan salah satu Kota besar di Indonesia memiliki luas 12.788 ha dengan penduduk 612,634 jiwa . Walaupun termasuk Kota besar , Kota Denpasar masih memiliki kawasan pertanian dengan luas 2717 ha. Namun karena dampak perkembangan pariwisata dan laju pertumbuhan penduduk alih fungsi lahan tidak dapat terhindarkan. Oleh karenanya untuk mengantisipasi pertanian di Kota Denpasar agar tetap eksis perlu dikembangkan pertanian ekoteknofarm. Demikian dikatakan salah satu narasumber Pelatihan Informasi Pembangunan Pertanian , Prof Dr Ir Dewa Suprapta. MS seusai acara pelatihan (11-2-2010) di Hotel Wito Denpasar. Menurut Suprapta perlu dikembangkan paradigma baru pembangunan pertanian di Kota Denpasar 5 tahun kedepan. Paradigma pembangunan pertanian dimaksudkan sebagai cara pandang terhadap pertanian dan berbagai aspek yang terkait secara langsung maupun tidak langsung terhadap pertanian, Menurut Dewa pertanian hendaknya dilihat dari aspek multifungsi dimana pertanian bukanlah semata-mata kegiatan produksi tetapi berperan penting dalam konservasi sumberdaya alam memelihara nilai-nilai ekonomis social dan budaya pedesaan, memelihara lingkungan basis bagi ketahanan pangan dan ketahanan nasional dan basis bagi pertumbuhan ekonomi. Dengan permasalahan pertanian perkotaan yang begitu komplek diperlukan sistem pertanian yang berorientasi pada pasar berbasis teknologi modern ramah lingkungan yang disebut dengan sistem pertanian ekoteknofarm . Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ir I Gede Ambara Putra menegaskan bahwa kedepannya Pertanian di Kota Denpasar perlu dikembangkan secara modern dan kreatif dengan tetap melestarikan subak. Pelatihan yang diselenggaarakan sehari diikuti oleh 44 orang pegawai dinas pertanian dalam rangkaian peningkatan SDM , sebagai acuan dalam rangka penyusunan renstra 2011-2016 serta mengembangkan sistem informasi pembangunan pertanian di Kota Denpasar (Angg)